Tetaplah fokus melayani Tuhan
Tantangan dalam pelayanan dapat bermacam-macam, baik bentuk maupun
sumbernya. Jika sebelumnya Paulus mendapat tantangan dari luar, yaitu
dari seorang penyihir, maka disini kita melihat bahwa tantangan Paulus
datang dari dalam, yaitu dari rekan sepelayanannya. Paulus jelas tidak suka dengan sikap Yohanes yang pergi meninggalkan mereka (Kis. 15:38).
Namun Paulus pantang surut dalam menjalankan tugas pemberitaan yang
diberikan kepadanya. Dalam keteguhan hatinya, Paulus tidak melewatkan
sebuah kesempatan besar untuk mewartakan firman. Di rumah ibadah di
Antiokhia di Pisidia, Paulus mendapat kesempatan untuk menyampaikan
Injil kepada orang Israel yang ada di sana.
Mengingat pendengar Paulus di rumah ibadat itu adalah orang-orang
Israel, Paulus pun memulai pemberitaannya dengan apa yang sudah mereka
kenal yaitu pilihan atas Israel, perbudakan di Mesir, peristiwa
keluaran, tanah perjanjian, raja Daud, hingga akhirnya Yesus Kristus.
Melalui peristiwa sejarah itulah, Paulus membawa para pendengarnya untuk
mengenal Yesus, Juruselamat Israel (23).
Betapa ruginya jika Paulus hanya berfokus pada kekesalan hatinya dan
melupakan apa yang menjadi tujuan utama dalam melayani Tuhan. Kita
bersyukur bahwa Allah telah memberi kekuatan kepada Paulus untuk tetap
maju sekalipun ada hal-hal yang kurang menyenangkan di dalam
pelayanannya. Kita juga bersyukur bahwa melalui pengetahuan yang
dimiliki oleh Paulus, berita Injil akhirnya dapat didengar. Para
pendengar yang sudah paham dengan sejarah Israel dan hubungannya dengan
Allah, saat itu bisa melihat hubungan antara sejarah mereka dengan Yesus
Kristus, Juruselamat mereka.
Dari Paulus, kita belajar untuk menahan diri dan bersabar di dalam
pelayanan kita. Sering kali kita merasa begitu hancur ketika hambatan
datang dari rekan sepelayanan kita. Tidak jarang hambatan itu akhirnya
memengaruhi pula semangat pelayanan kita. Namun mulai sekarang, marilah
kita belajar untuk memfokuskan diri pada tujuan panggilan kita untuk
memuliakan Allah, yang kita layani.
Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan
Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab,
artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku
Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4,
Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email:
ppa@ppa.or.id.Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id